Kisah Kami

Dari Tanah Liat ke Komunitas

Perjalanan penuh semangat, tradisi, dan seni keramik yang abadi — berakar di Indonesia, dibuat untuk dunia.

Awal Mula

Lahir dari kecintaan pada tanah liat dan budaya

Cerita Ceramic didirikan pada tahun 2020 oleh sekelompok pengrajin Indonesia yang berbagi satu keyakinan: bahwa setiap karya keramik memiliki cerita untuk diceritakan. Prihatin dengan menghilangnya teknik gerabah tradisional dan minimnya platform yang mendukung pengrajin lokal, mereka membangun sesuatu yang berbeda — sebuah studio keramik yang menghormati warisan budaya sekaligus merangkul desain kontemporer.

'Cerita' — yang berarti kisah dalam bahasa Indonesia — mencerminkan filosofi inti kami. Kami tidak sekadar membuat gerabah; kami melestarikan tradisi hidup, mendukung penghidupan pengrajin, dan menciptakan benda-benda yang membawa makna ke dalam kehidupan sehari-hari.

Perjalanan Kami

Tonggak penting

2020

Didirikan di Yogyakarta

Cerita Ceramic membuka studio pertamanya di Yogyakarta, jantung budaya keramik Indonesia.

2021

Peluncuran Koleksi Pertama

Koleksi perdana kami yang terdiri dari 24 karya habis terjual dalam seminggu, memvalidasi visi kami.

2022

Program Kemitraan Pengrajin

Kami bermitra dengan enam pengrajin master di Jawa dan Lombok, memperluas repertoar kerajinan kami.

2023

Toko Online Dibuka

Kami meluncurkan toko digital, menghadirkan keramik Indonesia ke rumah-rumah di seluruh Nusantara.

Filosofi Kami

Kerajinan yang bermakna

Kami percaya bahwa benda-benda buatan tangan mengandung kehangatan dan kesengajaan yang tidak dapat ditiru oleh produk massal. Setiap lekukan yang tidak sempurna, setiap variasi glasir yang halus, setiap bekas jari di tanah liat adalah tanda kehadiran manusia. Kami merayakan ketidaksempurnaan ini — itu bukan cacat, itulah ceritanya.

"Setiap potongan tanah liat menyimpan kenangan tangan yang membentuknya." — Siti Nurhaliza, Pendiri